<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7125337168056501881</id><updated>2011-04-21T21:43:05.540-07:00</updated><title type='text'>MPH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muliadi Nur</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_SpTIUkBMDqk/R89C5OWmRCI/AAAAAAAAAG4/KEbpVAKkKDo/S220/Picture+002_crop.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7125337168056501881.post-4451768921542093972</id><published>2008-03-12T23:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T23:37:40.069-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Deskripsi Mata Kuliah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah ini dirancang untuk mahasiswa Jurusan Syari'ah program studi Ahwal Syahshiyah, dengan menyajikan bahasan utamanya tentang metode yang ditetapkan dalam melakukan penelitian hukum. Hukum dapat dipelajari dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan hukum murni dan pendekatan sosial. Konsekuensi dari masing-masing pendekatan tersebut tercermin pada metode yang ditetapkan dalam penelitianya. Penelitian hukum murni dilakukan dengan penerapan penalaran yang berdasarkan baik logika format maupun logika ilmu hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran dalam penelitian hukum murni ditentukan oleh penerapan logika hukum secara benar dalam kasus-kasus hukum yang diteliti. Pada pendekatan sosial, metode yang digunakan adalah metode ilmu penelitian sosial pada umumnya. Penyusunan rencana penelitian dibahas sebagai konsekuensi dari pemilihan paradigma penelitian sosial yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;~ dosen mk ~&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7125337168056501881-4451768921542093972?l=penelitianhukum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/feeds/4451768921542093972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7125337168056501881&amp;postID=4451768921542093972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default/4451768921542093972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default/4451768921542093972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/2008/03/deskripsi-mata-kuliah-mata-kuliah-ini.html' title=''/><author><name>Muliadi Nur</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_SpTIUkBMDqk/R89C5OWmRCI/AAAAAAAAAG4/KEbpVAKkKDo/S220/Picture+002_crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7125337168056501881.post-915227151427589917</id><published>2008-03-12T22:32:00.000-07:00</published><updated>2008-03-12T22:55:12.042-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Muliadi Nur&lt;/strong&gt;, adalah salah seorang tenaga pengajar pada Jurusan Syari'ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado, berasal dari kota Makassar, sebuah kota di kawasan timur Indonesia yang juga merupakan IbuKota Propinsi Sulawesi Selatan. Hijrah ke kota Manado sebagai wujud pengabdian sejak tahun 2002 sampai sekarang, sementara konsen pada kajian ilmu hukum dan perkembangannya, komputer dan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari Blog ini ialah sebagai media mengekspresikan diri dan berbagi, serta media pembelajaran khususnya bagi mahasiswa jurusan Syari'ah STAIN Manado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berikut biodata saya selengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Nama : &lt;strong&gt;Muliadi Nur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Panggilan : &lt;strong&gt;adie, mul&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;TTL : &lt;strong&gt;Ujungpandang, 1 Mei 1976&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alamat rumah : &lt;strong&gt;Perum MBI Blok. N/11 Lingk. VI Malendeng, Tikala, Manado&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alamat Kantor : &lt;strong&gt;STAIN Manado d/a. Jl. Camar V Malendeng Kec. Tikala, Manado&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anda dapat mengontak saya melalui:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-mail: &lt;a href="mailto:mulnur@gmail.com"&gt;mulnur@gmail.com&lt;/a&gt; atau &lt;a href="mailto:muliadi_nur@yahoo.com"&gt;muliadi_nur@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;yahoo messenger add di : mulnur_upg&lt;br /&gt;telepon/SMS : 081524077306 or 085255883438&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sedikit gambaran singkat mengenai diri saya, apabila ada kritik, saran atau masukan silahkan menghubungi saya via e-mail atau dengan mengisi kolom komentar yang terdapat pada setiap postingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7125337168056501881-915227151427589917?l=penelitianhukum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/feeds/915227151427589917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7125337168056501881&amp;postID=915227151427589917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default/915227151427589917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default/915227151427589917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/2008/03/tentang-pengajar.html' title=''/><author><name>Muliadi Nur</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_SpTIUkBMDqk/R89C5OWmRCI/AAAAAAAAAG4/KEbpVAKkKDo/S220/Picture+002_crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7125337168056501881.post-9187385930957003678</id><published>2007-12-19T04:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T13:46:16.268-08:00</updated><title type='text'>Pengetahuan, Ilmu &amp; Penelitian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dasar-Dasar Pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah merupakan makhluk Tuhan yang tergolong sangat istimewa, di mana ia diberikan suatu sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lainnya, yakni sifat selalu dan serba ingin tahu. Dengan keistimewaan itu pula manusia disebut sebagai satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Makhluk lain seperti binatang juga mempunyai pengetahuan, akan tetapi pengetahuan yang ada padanya hanya terbatas pada kelangsungan hidupnya semata. Sedang manusia mengembangkan pengetahuannya itu untuk mengatasi kebutuhan kelangsungan hidupnya dan tidak henti-hentinya memikirkan hal-hal baru, karena manusia hidup sebenarnya tidak sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu. Dalam hidup dan kehidupannya, manusia mengembangkan kebudayaan, memberi makna kepada kehidupannya serta berusaha memanusiakan diri dalam hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya semua itu menunjukkan bahwa manusia dalam hidupnya memiliki tujuan-tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar untuk kelangsungan hidupnya. 2 (dua) hal utama/pokok yang dimiliki manusia dalam mengembangkan pengetahuan, yakni : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manusia mempunyai bahasa yang mampu mengomunikasikan iinformasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manusia mempunyai kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu, yang biasa disebut dengan “penalaran” (suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan berupa pengetahuan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber Pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pengetahuan, misalnya ia dapat melakukannya dengan jalan bertanya kepada orang lain (yang memiliki otoritas) yang dianggapnya lebih tahu, atau ia dapat melakukannya melalui indra, akal sehat, intuisi atau dengan coba-coba. Upaya-upaya serta cara-cara tersebut merupakan sumber-sumber pengetahuan yang mungkin, yang dapat dipergunakan dalam memperoleh pengetahuan.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a. Orang yang Memiliki Otoritas&lt;br /&gt;Titus et.al (1984) mengawali penjelasan mengenai hal ini dengan ilustrasi pertanyaan, bagaimana kita mengatahui bahwa Socrates dan Julius Caesar pernah hidup di dunia?, apakah mereka itu orang-orang khayalan seperti nama-nama lain yang kita baca dalam mitologia dan novel-novel moderen?, Jawabannya adalah kita punya pengetahuan tentang Socrates dan Julius Caesar sebagai orang-orang yang pernah ada dan hidup di dunia, yakni dari “kesaksian” orang-orang yang pernah ada serta hidup sezaman dan setempat dengan mereka, serta juga ahli-ahli sejarah. Artinya ada orang yang ditempatkan sebagi yang memiliki “otoritas” sebagai sumber pengetahuan mengenai hal yang ingin diketahui, yaitu mereka yang punya kesaksian dari pengalaman dan pengetahuan yang berkenaan dengan itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman moderen ini, orang yang ditempatkan memiliki otoritas, misalnya dengan pengakuan melalui gelar, termasuk juga dalam hal ini misalnya, hasil publikasi resmi mengenai kesaksian otoritas tersebut, seperti buku-buku atau publikasi resmi pengetahuan lainnya.&lt;br /&gt;Namun, penempatan otoritas sebagai sumber pengetahuan tidaklah dilakukan dengan penyandaran pendapat sepenuhnya, dalam arti tidak dilakukan secara kritis untuk tetap bisa menilai kebenaran dan kesalahannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b. Indra&lt;br /&gt;Indra adalah peralatan pada diri manusia sebagai salah satu sumber internal pengetahuan. Guna memahami posisi indra sebagai sumber pengetahuan, biasanya diajukan pertanyaan misalnya, bagaimana mengetahui bahwa besi memuai bila dipanaskan?, atau air membeku bila didinginkan hingga mencapai derajat kedinginan tertentu?. Terhadap pengetahuan semacam ini, filsafat science modern berpandangan bahwa indralah yang menjadi sumbernya. Bahkan pandangan empirisme yang diterapkan dalam filsafat science modern menyatakan bahwa pengetahuan pada dasarnya adalah dan hanyalah pengalaman-pengalaman konkrit kita yang terbentuk karena persepsi indra, seperti persepsi penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman dan pencicipan dengan lidah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam menempatkan indra sebagai sumber pengetahuan, juga ditekankan pentingnya kehati-hatian, utamanya terhadap kemungkinan pengaruh prasangka dan emosi yang akan merusak obyektifitas. Dalam hal ini diingatkan akan kecenderungan kodrati dimana orang dipengaruhi keinginan hanya melihat apa yang ingin dilihatnya dan atau melihat apa yang ia telah terlatih untuk melihatnya. Sebab yang diharapkan di sini (dengan persepsi indra ini) sebenarnya adalah penampakan (appearance) sesuatu menurut kenyataanya (realitasnya). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c. Akal&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya ada pengetahuan tertentu yang bisa dibangun oleh manusia tanpa harus atau tidak bisa mempersepsinya dengan indra terlebih dahulu. Manusia bisa membangun pengetahuan, misalnya dari anggapan dua entitas yang masing-masing sama besarnya dengan entitas ketiga adalah entitas sama besar. Pengetahuan semacam itu jelas dengan sendirinya (tanpa persepsi indra) karena ada akal yang memungkinkannya. Argumentasi ini dibangun oleh filsuf ilmu sekuler untuk melandasi pemikiran mereka mengenai akal sebagai sumber pengetahuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beritik tolak dari kenyataan tersebut, maka filsafat ilmu sekuler menempatkan akal sebagai salah satu sumber pengetahuan yang mungkin untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Pandangan ini merupakan representasi dari pandangan filsafat rasionalisme, yang dalam pandangan moderatnya berpendirian bahwa manusia memiliki potensi mengetahui dengan pasti dengan sendirinya, tentang beberapa hal yang relevan. Misalnya kenyataan-kenyataan: bahwa keseluruhan adalah lebih besar dari bagian-bagiannya; satu adalah separuh dari dua; keliling lingkaran lebih besar dari garis tengahnya, adalah merupakan pengetahuan yang dapat diketahui dengan pasti dan dengan sendirinya karena potensi akal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;d. Intuisi&lt;br /&gt;Mengawali pembicaraan mengenai intuisi sebagai salah satu sumber pengetahuan yang mungkin, dalam Living Issues in Philosophy, Titus, Smith dan Nolan mengantarnya dengan sebuah pertanyaan, bagaimana kita mengetahui, misalnya jika kita kebetulan bertemu dengan seseorang untuk pertama kali, kemudian kita mengetahui bahwa orang tersebut dapat dipercaya?. Apakah kita mempunyai rasa (sense) atau intuisi yang kadang-kadang memberi kita pengetahuan yang langsung tentang situasi kita? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut dikemukakan oleh Titus untuk membicarakan bahwa suatu sumber pengetahuan yang mungkin adalah intuisi atau pemahaman yang langsung tentang pengetahuan yang tidak merupakan hasil pemikiran yang sadar atau persepsi rasa yang langsung. George Santanaya (dalam Titus et al, 1984) memakai istilah intuisi dalam arti kesadaran tentang data-data yang langsung dirasakan. Misalnya sewaktu kita mendengar bunyi, maka selain kita mendengar, kita juga sadar tentang pendengaran kita dan sadar tentang diri kita sebagai yang mendengar. Jadi menurut Titus, Smith dan Nolan (1984) intuisi terdapat dalam pengetahuan tentang diri sendiri, kehidupan diri sendiri dan dalam aksioma matematika. Intuisi ada dalam pemahaman kita tentang hubungan antara kata-kata (preposition) yang membentuk bermacam-macam langkah dari argumen. Unsur intuisi adalah dasar dari pengakuan kita terhadap keindahan, ukuran moral yang kita terima dari nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Al-Quran &amp;amp; Pandangan Filosofis Tentang Sumber Ilmu (Pengetahuan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alquran terdapat beberapa ayat yang dijadikan landasan dalam membangun pemikiran filsafati mengenai sumber ilmu (pengetahuan) diantaranya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alquran Surah Thaha ayat 98: Sesungguhnya Tuhan kamu sekalian ialah Allah. Tiada Tuhan selain Dia, pengetahuanNya meliputi segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah Al-Hasyr ayat 22: Dia lah Allah yang tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Mengetahui yang ghaib maupun yang nyata. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah At-Thalaq ayat 12: Dan sesungguhnya Allah, ilmuNya meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alquran Surah An-Nahl ayat 74: Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, sesungguhnya Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah An-Nahl ayat 78: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut (kandungan) ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah Al-‘Alaq ayat 3-5: Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan qalam. Mengajar manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah Ar-Rahman ayat 1-4: (Tuhan) Yang Maha Rahman. Yang mengajarkan Alquran. Yang menciptakan manusia. Mengajarkannya al Bayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah An-Nahl ayat 89: Dan Kami turunkan kepadamu kitab, untuk menjadi penjelas (bayan) terhadap sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah Ali Imran ayat 118: Sungguh kami menjelaskan kepadamu ayat-ayat Kami, jika kamu menggunakan akalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran Surah Al-Anbiya ayat 7: Maka bertanyalah kamu kepada orang yang mengetahui (ahl az zikr) jika kamu tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat Alquran tersebut di atas dapat diturunkan beberapa makna mendasar yang daripadanya bisa dirumuskan pandangan filosofis mengenai sumber ilmu (pengetahuan). Makna-maka mendasar tersebut ialah : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa manusia tidak membawa pengetahuan sejak awal diciptakan/dilahirkan (An Nahl: 78), karena itu tidak mungkin menempati posisi sebagai sumber ilmu. Sesuatu yang pada mulanya tidak memiliki tidak mungkin menjadi sumber, karena ia juga hanya berposisi sebagai yang memperoleh.&lt;br /&gt;2. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu (Thaha 98, At Thalaq 12), yang ilmuNya meliputi yang ghaib maupun yang nyata (Al Hasyr 22).&lt;br /&gt;3. Pada hakikatnya hanya Allah yang Maha Mengetahui dan manusia pada hakikatnya tidak mengetahui (An Nahl 74).&lt;br /&gt;4. Manusia dikaruniakan Tuhan “peralatan”, “jalan” dan petunjuk yang secara potensial memungkinkan ia memperoleh ilmu (An Nahl 74, Ar Rahman 1-4, An Nahl 89, Ali Imran 118, Al Anbiya 7, Thaha 98, Al Hasyr 22).&lt;br /&gt;5. Perolehan ilmu oleh manusia adalah perolehan dengan perantaraan (knowledge by…), yakni segala perantara (bil) yang meniscayakan (qalam) ilmu itu diredhai oleh Allah untuk diperolehnya, sebagai perwujudan Allah mengajarkan (‘allama) kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya (ma lam ya ‘lam).&lt;br /&gt;6. Segala ilmu yang diusahakan oleh manusia untuk diperolehnya, pada hakikatnya tercakup dan merupakan ilmu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari makna-makna mendasar di atas, maka filsafat Ilmu Islami berpandangan bahwa satu-satunya sumber pengetahuan ialah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pandangan filsafati bahwa hanya Allah sumber ilmu, tidak berarti bahwa manusia tidak memiliki keniscayaan memiliki ilmu. Sebagai sumber ilmu yang menyatakan diriNya mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya, Dia telah melengkapi manusia segala peralatan dan jalan yang meniscayakan manusia mengusahakan perolehan ilmu (Al ‘Alaq 3-5). Yang meniscayakan manusia memperoleh ilmu ialah peralatan indrawi lahiriayah as sam’a (kemampuan mendengar), al abshar (kemampuan melihat, berpandangan), serta indra batiniyah (al af’idah) dan kemampuan berakal (An nahl 74 dan Ali Imran 118). Peralatan diri (qalam internal) yang meniscayakan ilmu tersebut berada pada diri manusia sebagai peralatan dengan potensialitas internal untuk berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diantara manusia, ada yang menjadi “jalan” lebih lanjut bagi manusia lain untuk memperoleh ilmu, mereka itu adalah disebut ahl al zikr (Al Anbiya 7) yaitu mereka yang diberi otoritas oleh Allah sebagai jalan bagi manusia lain untuk memperoleh bagian kecil tentunya dari ilmuNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENELITIAN DAN ILMU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dan ilmu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian merupakan alat bagi ilmu untuk dapat mengembangkannya. Dengan penelitian, kemajuan ilmu dapat terus ditingkatkan agar dapat menjelaskan gejala-gejala, termasuk gejala-gejala sosial. Hubungan penelitian dan ilmu juga digambarkan seperti hasil dan proses (ada gambar). Penelitian adalah proses sedang hasilnya adalah ilmu. Sedangkan Whitney berpendapat bahwa penelitian dan ilmu adalah sama-sama proses (proses yang sama) dan hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth). (ada gambar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arti Penelitian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata penelitian diartikan sebagai pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan; sedang kata penyelidikan diartikan sebagai pemeriksaan atau pengusutan; dan kata menyelidiki berarti memeriksa dengan teliti, mengusut dengan cermat atau menelaah (mempelajari) dengan sungguh-sungguh (Poerwadarminta, 1976). Dengan pengertian seperti itu, maka kata penelitian dan penyelidikan dapat dianggap sinonim sehingga tidaklah salah jika Simanjuntak (1961) menggunakan kata penyelidikan; sedangkan Koentjaraningrat (1979), Suharsimi (1990) dan Nazir (1985) misalnya menggunakan kata penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata penelitian atau penyelidikan tersebut digunakan sebagai padanan kata research dalam bahasa Inggris. Kata research ini berasal dari kata latin reserare yang berarti mengungkapkan atau membuka (Goldstein, 1963). Kata ini juga diindonesiakan menjadi riset. Jadi, research atau riset diartikan sebagai kegiatan yang mengungkapkan atau membuka pengetahuan, baik yang telah ada maupun yang masih belum ditemukan, dianggap sudah ada atau tersembunyi di alam yang hanya memerlukan pengungkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset atau penelitian merupakan kegiatan yang sistematik yang dimaksudkan untuk menambah pengetahuan baru atas pengetahuan yang sudah ada, dengan cara yang dapat dikomunikasikan dan dapat dinilai kembali (macdonald, 1960). Jadi, penelitian merupakan upaya untuk menambah dan memperluas pengetahuan, yang selain untuk menghasilkan pengetahuan yang baru sama sekali yaitu yang sebelumnya belum ada atau belum dikenal, juga termasuk pengumpulan keterangan baru yang bersifat memperkuat teori-teori yang sudah ada, atau bahkan juga yang menyangkal teori-teori yang sudah ada.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7125337168056501881-9187385930957003678?l=penelitianhukum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/feeds/9187385930957003678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7125337168056501881&amp;postID=9187385930957003678' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default/9187385930957003678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7125337168056501881/posts/default/9187385930957003678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitianhukum.blogspot.com/2007/12/pengetahuan-ilmu-penelitian.html' title='Pengetahuan, Ilmu &amp; Penelitian'/><author><name>Muliadi Nur</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_SpTIUkBMDqk/R89C5OWmRCI/AAAAAAAAAG4/KEbpVAKkKDo/S220/Picture+002_crop.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
